Tuesday, 26 April 2016

Labuhan Jukung – Krui, Si Cantik yang Tengah Berbenah

Alhamdulillah, setelah menulis post pertama yang madul-madul amburadul walaupun judulnya udah lumayan keren gitu (apaan sih?), akhirnya bisa langsung posting artikel kedua yang tidak kalah madul-madulnya. hehe. 


Jadii..ehm, inilah blogpost saya yang kedua, sekalian mau promosi salah satu destinasi pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat, kabupaten saya. Selamat mencicipi!

Pantai Labuhan Jukung

Kalau berkunjung ke kota kelahiran Aya, rasanya belum lengkap kalau belum mampir ke Pantai Labuhan Jukung. Pantai yang digadang-gadang menjadi objek wisata unggulan Kabupaten Pesisir Barat ini kini tengah membangun fasilitas-fasilitas pariwisatanya dengan pesat. Jadi, kenapa sih harus mengunjungi Labuhan Jukung ini?


1.    Lokasinya dekat dengan pusat kota
Kebayang nggak kalau berwisata jauh dari kota? Di pedalaman yang jaraknya berpuluh-puluh kilo gitu. Ya, mungkin di sisi lain cukup menantang ya. Sekali- sekali menjauh dari hiruk pikuknya kota. Hehehe… Tapi buat beberapa orang, itu akan jadi merepotkan, kalau persiapannya suka kurang matang (kayak saya). Apalagi kalau sudah punya krucil-krucil yang kebutuhannya harus dipikirin banget banget. Nah, Labuhan Jukung ini dekat banget dengan pusat kota (kota Kabupaten Pesisir Barat pastinya…:P), tidak sampai 3 km. Jadi kalau piknik ke sini dan butuh apa-apa, tinggal cussss mampir ke kota bentar, trus balik lagi.

 2.    Pantai berpasir putih yang cantik
Bagi orang-orang yang daerahnya hanya punya pantai yang berpasir hitam atau bahkan tidak punya pantai sama sekali (kayak kabupaten Bapaknya Aya..:P, Temanggung), Pantai Labuhan Jukung ini bisa jadi favorit. Kamu bisa menikmati pantainya yang putih bersih dan mencari kerang. Kebanyakan karangnya juga alhamdulillah masih alami dan jauh dari kerusakan. Jadi semakin menambah keasrian pantai ini.

3.    Bisa Surfing di Labuhan Jukung
Bapak Emaknya Aya sudah hampir 2 tahun di Krui masih belum bisa surfing juga. Nah, bagi kamu yang suka dengan salah satu jenis olahraga ekstrim ini, bisa lho, latihan di Labuhan Jukung. FYI, nggak semua pantai itu bisa dibuat untuk berselancar. Setau saya, di Indonesia ini cuma ada beberapa provinsi yang pantainya bisa digunakan untuk berselancar ria seperti di Lombok, Bali, Pacitan (Jawa Timur), Daerah Istimewa Yogyakarta, Pangandaran (Jawa Barat), Bengkulu, Sumatera Barat, dan Lampung. Di Lampung sendiri, Kabupaten Pesisir Barat adalah satu-satunya kabupaten yang mempunyai spot surfing.

Di dunia para surfer, surfing spot di Labuhan Jukung ini terkenal dengan nama Krui’s Left, Krui Right atau Krui-The Peak. Kalau ingin mencicipi surfing di Labuhan Jukung ini tapi belum bisa, nggak usah takut …. di sekitaran lokasi, ada surf shop yang juga menyediakan jasa latihan surfing. Atau, kalau belom mood latihan, bisa juga menonton peselancar (mostly orang mancanegara) yang suka surfing di situ.

4.    Bisa Menikmati Kuliner Khas yang Maknyuss
Kabupaten Pesisir Barat juga punya kuliner khas loh. Ikan tuhuk (marlin) dan kacang tujin. Ada berbagai olahan ikan tuhuk yang bisa kamu temukan tidak jauh dari lokasi Pantai Labuhan Jukung seperti sate tukuk, sup ikan tuhuk, dll. Kalau kacang tujin apa sih? Banyak yang mengenalnya dengan sebutan kacang pecah kepala :P karena kadang nemu yang kerasnya bukan main. Yah lumayan lah, buat ngasah gigi. Wkwkwkwk. Kacang tujin ini bisa kamu temukan di pasar-pasar atau warung-warung kecil. Harganya biasanya Rp. 1000,- satu bungkus kecil.

5.     Bisa Lihat Sunset sambil Makan Es Kelapa Muda
Kenapa ya kalau pantai itu identik dengan es kelapa muda? Mungkin karena pas panas-panas enaknya minum yang seger-seger kali ya?:P Di Labuhan Jukung ini kamu juga bisa menikmati es kelapa muda (dugan) sambil menikmati sunset. Sayangnya sampai artikel ini ditulis, saya belum berkesempatan mbolang bertiga dengan suami dan Aya, minum es kelapa muda. Huhuhuuuu

 6.    Bisa Selfie di Depan Tulisan Pantai Labuhan Jukung
Udah Gelap, Kulitnya Juga Gelap wkwkwkw
Yang akhir-akhir ini lagi ngehits kan foto selfie di depan tulisan guedhe di objek-objek wisata tertentu. Makanya banyak objek-objek wisata yang kemudian membangun tulisan-tulisan semacam ini, seperti di Pantai Losari di Makassar, dan Pantai Parangtritis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Labuhan Jukung pun tidak mau kalah loh. Tahun 2016 ini di Pantai Labuhan Jukung dibangun tulisan besar yang kekinian ini. Hasilnya, walaupun ada beberapa bangunan yang belum jadi, Pantai Labuhan Jukung menerima kunjungan wisatawan yang lebih banyak, entah itu masyarakat lokal atau wisatawan dari luar daerah (kalau wisatawan mancanegara saya belum pernah liat pernah foto selfie di sini…hehe). Nggak seru kalau belum selfie di depan tulisan ‘Pantai Labuhan Jukung’. Kami juga nggak mau ketinggalan, dong…akhirnya bisa wefie di sini pake acara dadakan, walaupun ngambil wefie-nya jauh pakai banget karena yang dekat-dekat ramai betul.Huhuhu…
 7.    Bisa Nonton Atraksi Budaya Khas Pesisir Barat
Muli-Muli dari SMPN 1 Pesisir Tengah


Di tahun 2016 ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pesisir Barat mengadakan program yang oke punya, namanya Atraksi Seni dan Budaya Pantai Labuhan Jukung. Program ini diadakan di sebelah barat Gedung Serba Guna (GSG) Selalaw setiap hari Selasa dan Kamis pukul 13.00. Tujuan dari program ini adalah untuk melestarikan kekayaan seni dan budaya Kabupaten Pesisir Barat dan pesertanya dari sekolah-sekolah (SD, SMP, SMA), atau dari umum.  
 





 8. Banyak Pilihan Tempat Menginap
Untuk yang ingin berwisata di Pantai Labuhan Jukung tapi tidak berdomisili di Pesisir Barat atau tidak mempunyai saudara yang tinggal di Kabupaten Pesisir Barat, tidak perlu khawatir soal penginapan. Di seputaran Pantai Labuhan Jukung tersedia banyak penginapan, mau yang model hotel, losmen, cottage, atau pondok wisata dengan harga yang pastinya terjangkau.

Sebenarnya, masih banyak alasan lain mengapa Pantai Labuhan Jukung ini musti dikunjungi. Nah, biar tau alasan-alasan tersebut, yuk capcus main ke Pantai Labuhan Jukung, Krui. 


No comments:

Post a Comment